By Shita Al-Hafis
Zaman semakin berkembang baik dari segi ilmu pengetahuan dan teknologi maupun deri segi kapasitas manusianya yang membawa perubahan dalam kehidupan manusianya. Perubahan-perubahan itu membawa akibat yaitu tuntutan lebih tinggi terhadap setiap individu untuk meningkatkan kinerja mereka sendiri dan masyarakat luas.
Zaman semakin berkembang baik dari segi ilmu pengetahuan dan teknologi maupun deri segi kapasitas manusianya yang membawa perubahan dalam kehidupan manusianya. Perubahan-perubahan itu membawa akibat yaitu tuntutan lebih tinggi terhadap setiap individu untuk meningkatkan kinerja mereka sendiri dan masyarakat luas.
Di abad yang semakin berkembang ini, tentu saja menimbulkan berbagai pemikiran-pemikiran baru yang menyebabkan majunya keilmuan dalam rana hidup manusianya. Semakin maju keilmuan semakin kompleks pula permasalahan-permasalahan yang ada dan kehidupan ini akan menghasilkan banyak generasi yang penuh dengan problematika.setiap orang dalam kehidupannya entah semasa kecil hingga dewasa pasti pernah mengalami suatu keadaan yang tidak menyenangkan atau mengancam yang tidak diinginkan sehingga menyebabkan muculnya reaksi terhadap keadaan atau situasi tersebut. Manusia memiliki ambang batas untuk menerima simulus dari luar, jika stimulus itu melebihi ambang batasnya, maka akan muncul tekanan yang sering disebut stres. Jadi pada dasarnya stres adalah reaksi fisik, emosional, dan psikologis terhadap peristiwa yang mengancam atau stress adalah suatu keadaan tertekan baik fisik maupun psikologis (Chaplin,2008)
1. Pengertian Stres Kerja
Menurut Bennet ”There is no simple definition of stress, as it coprises a wide collection of physical and psychological symptoms that result from difficulties experienced while attemping to adapt to an environment. Stress has good and bad features.it provides the adrenalin necessary to sustain intense effort and to handle several problems at the same time.equally, however, it has the effect of draining the individual’s physical and emotional resources” ( tidak semudah itu mendefinisikan stres, sebagai
Menurut Beer dan Newman (dalam Luthans, 1998), stres kerja adalah suatu kondisi yang muncul akibat interaksi antara individu dengan pekerjaan mereka, dimana terdapat ketidaksesuaian karakteristik dan perubahan-perubahan yang tidak jelas yang terjadi dalam perusahaan.
Gibson dkk (1996), menyatakan bahwa stres kerja adalah suatu tanggapan penyesuaian diperantarai oleh perbedaan- perbedaan individu dan atau proses psikologis yang merupakan suatu konsekuensi dari setiap tindakan dari luar (lingkungan), situasi, atau peristiwa yang menetapkan permintaan psikologis dan atau fisik berlebihan kepada seseorang.
Stres kerja menurut Kahn, dkk (dalam Cooper, 2003) merupakan suatu proses yang kompleks, bervariasi, dan dinamis dimana stressor, pandangan tentang stres itu sendiri, respon singkat, dampak kesehatan, dan variabel-variabelnya saling berkaitan. Selye (dalam Rice, 1992) menyatakan bahwa stres kerja dapat diartikan sebagai sumber atau stressor kerja yang menyebabkan reaksi individu berupa reaksi fisiologis, psikologis, dan perilaku.
Menurut “Morgan & King (1986) stres kerja...“as an internal state which can be caused by physical demands on the body (disease conditions, exercise, extremes of temperature, and the like) or by environmental and social situations which are evaluated as potentially harmful, uncontrollable, or exceeding our resources for coping & rdquo” (adalah suatu keadaan yang bersifat internal, yang bisa disebabkan oleh tuntutan fisik, atau lingkungan, dan situasi sosial yang berpotensi merusak dan tidak terkontrol.
Menurut Gibson dkk (dalam Rita,1983) Stress kerja merupakan suatu tanggapan adaptif, ditengahi oleh perbedaan individual dan/atau proses psikologis, yaitu, suatu konsekuensi dari setiap kegiatan (lingkungan), situasi, atau kejadian eksternal yang membebani tuntutan psikologis atau fisik yang berlebihan terhadap seseorang,
Tidak ada komentar:
Posting Komentar