Kamis, 28 April 2011

Bulimia nervosa (digandrungi wanita)



Kehidupan semakin berkembang yang mengakibatkan semakin banyak permasalahan,dilihat dari sisi manusianya maupun dari sisi  teknologinya. Hal ini menjadi sebuah tolak ukur untuk bagaimana bisa memajukan manusianya itu sendiri. Semakin kita berusaha untuk mencapai kualitas hidup yang bertaraf lebih maju semakin banyak pula memunculkan berbagai penyakit-penyakit kehidupan diantaranya mencakup phsycs. Segala gejala psikis yang muncul merupakan kajian para ahli psikologi. Sejauh ini yang kebanyakan orang ketahui bahwa “gila” merupakan sesuatu yang tidak normal ( abnormal) padahal sesungguhnya begitu beragam yang namanya ketidaknormalan itu sendiri. Ketidaknormalan dalam dunia psikologi sering disebut dengan istilah “Abnormal” yang merupakan disfungsi perilaku, emosional, atau kognitif yang tidak diharapkan dalam konteks kulturalnya dan berhubungan dengan distress pribadi atau hendaya substansial dalam fungsinya (DSM IV).Banyak yang dikaji oleh ahli-ahli psikologi dalam aspek kehidupan manusia, mulai dari gejala-gejala yang biasa terjadi maupun gejala-gejala yang tidak biasa terjadi. Secara sadar memang makin banyak peristiwa maupun suatu kondisi yang sulit untuk di definisikan bahwa ketidaknormalan secara tidak langsung merambah kehidupan manusia masa kini mulai dari anak-anak, remaja maupun dewasa Begitu banyak kondisi-kondisi abnormal yang belum diketahui masyarakat dan tidak begitu memahami gejala-gejala yang timbul. Bahkan ada suatu kondisi abnormal yang sangat tidak nampak dipermukaan dan mungkin hanya individu tertentu saja yang paham dan tahu, tetapi ada pula individu yang dia tidak tahu bahwa dirinya sendiri sedang mengalami yang namanya abnormal.
Sejauh ini berbagai kasus-kasus psikologis sering terjadi entah dari faktor individunya, lingkungannya, maupun sosial-budaya. Dari kasus-kasus tersebut mencakup tentang abnormal-abnormal bagaimana seseorang berperilaku, bagaimana seseorang menampakan suatu gejala ataupun kondisi yang abnormal. Jelas saja menjadi sesuatu yang Tanpa disadari sesuatu yang kita anggap remeh bisa jadi malapetaka untuk kita.Seperti kasus yang mungkin orang tidak kenal dan tidak paham dan paling banyak ditemui pada kaum hawa yaitu bulimia  nervosa .
Bulimia nervosa merupakan suatu gejala abnormal yang sangat berbahaya karena bisa merenggut nyawa penderitanya. Bulimia masih terlalu awam untuk masyarakat. Banyak yang tidak mengetahui dampak maupun gejala yang ditimbulkan bulimia nervosa karena bulimia sering tidak tampak dipermukaan. Sebagian besar penderitanya menutupi atau menyembunyikannya dari khalayak ramai bahkan dalam lingkup keluarganya sekalipun. Sangat sedikit sekali sosialisasi mengenai penjelasan ilmiah tentang bulimia ini sehingga masyarakat kurang paham atau bahkan sama sekali tidak mengerti yang namanya bulimia. Dampak dari itu menyebabkan sebagian besar remaja putri maupun dewasa menderita dan mengalami tekanan batin yang kuat dengan gangguan tersebut.
Tindakan makan yang tidak terkontrol yang melebihi normalnya (rata-rata 1200 kalori) manusia makan kemudian dimuntahkan kembali adalah sesuatu yang aneh dan tidak wajar. Kita ketahui bersama yang seharusnya terjadi bahwa kita makan secukupnya dengan gizi yang seimbang. Nabi Muhammadpun menganjurkan umat manusia adab dalam makan “sepertiga untuk makan,sepertiga untuk air, dan sepertiga untuk udara...”  ketika kita makan dipenuhi oleh makanan saja maka tidak ada ruang lagi untuk minuman. Namun jika tubuh dipenuhi minuman maka pernapasan akan menjadi sulit yang menyebabkan orang malas dan letih. jelas bahwa kita dianjurkan seperti itu dalam rangka menyehatkan  umatnya, baik untuk tubuh dan hati. Itu merupakan cara makan terbaik dari Rasulullah. Perilaku makan kemudian dimuntahkan sangat tidak baik untuk kesehatan banyak organ-organ yang terlibat dalam tubuh yang akan rusak fungsinya bahkan banyak kasus penyebab kematian oleh bulimia nervosa.
Terdapat preokupasi yang menetap untuk makan dan ketagihan (craving) terdapat makanan yang tidak bisa dilawan. penderita tidak berdaya terhadap datangnya episode makan  berlebihan dimana makanan dalam jumlah besar dimakan dalam waktu singkat. Penderita bulimia berusaha melawan efek kegemukan dengan  cara merangsang muntah sendiri, menggunakan obat pencahar berlebihan, puasa berkala, memakai obat-obatan seperti penekan nafsu makan, sediaan tiroid atau dierutika. Jika terjadi pada penderita diabetes, mereka akan mengabaikan pengobatan insulinnya. (PPDGJ-III)
Bulimia adalah rasa lapar yang berlebihan dan patologis (J.P chaplin). Penderita bulimia sangat ketakutan setiap menyuapkan sesuatu (makananan) kemulutnya, merasa takut akan kegemukan sehingga penderita bulimia mengatur sendiri batasan yang ketat terhadap apa yang dimakannya. Kriteria penting lainnya adalah penderita berusaha menompensasi tindakan makan berlebihannya dan kemungkinan terjadi penambahan berat badannya. Hal ini hampir selalu dilakukannya dengan menggunakan purging techniques. Teknik-tekniknya termasuk dengan sengaja merangsang muntah setelah makan atau menggunakan pencahar.( Mark durand)

Bulimia nervosa biasanya terjadi pada masa remaja akhir atau dewasa awal. Usia saat awitan yang khas adalah 18 atau 19 tahun. Makan berlebihan sering terjadi selama atau setelah  episode diet antara episode maka berlebih-lebihan dan pengurasan. Individu mungkin makan dengan ketat dengan memilih selada dan makanan rendah kalori lainnya. Cara makan yang ketat ini efektif dalam membuat individu  melangkah ke episode makan berlebihan dengan pengurasan berikutnya dan terus berlanjut.
Terkadang klien yang mengalami bulimia nervosa belum menyadari bahwa perilakunya patologis dan berusaha keras menyembunyikannya dari orang lain. Ini sangat berbahaya individu ketika merahasiakan hal tersebut sehingga saat terjadi yang fatal orang lain tidak mengetahui sama sekali. Sebab penderita bulimia sulit terdeteksi keberadaannya. Penderita bulimia tidak menampakan perilakunya kepada orang lain serta berat badannya kalau dilihat oleh masyarakat pada umumnya normal-normal saja sehingga tidak ada kecurigaan yang pasti terhadap penderita bulimia tetapi terkadang penderita bulimia yang sudah kronis menampakkan gejala-gejala penyakit baru yang sangat nampak diantaranya gigi gumpil atau kropos, peningkatan karies gigi, menstruasi tidak teratur, ketergantungan laksatif, esofagus sobek, kadar amilase serum sedikit meningkat
Banyak kasus-kasus yang terjadi baik diindonesia maupun diseluruh dunia terutama mulai dari selebritis maupun orang biasa yang terkena bulimia nervosa
Mungkin ketika kita melihat melihat orang makan banyak itu hal biasa namun saat kita melihat seseorang melakukan suatu kebiasaan makan yang sangat berlebihan kemudian dimuntahkan kembali apa itu sesuatu hal yang wajar? Tentu tidak bukan?
Harapan ini menjadi bahan kajian kita untuk bagaimana menyelamatkan sahabat,saudara, kerabat maupun orang-orang disekitar kita untuk kembali menjadi seorang yang mensyukuri segala yang dimiliki jasmaninya.
Dalam buku kartini kartono Kriteria pribadi yang  normal dengan mental yang sehat oleh masslow dan mittelman dalam bukunya “principless of  abnormality psychology”
1.    Memiliki penilaian diri (self evaluation) dan insight yang rasional
Ada rasa harga diri yang cukup  dan tidak berlebihan .memiliki perasaan yang sehat secaar moral  tanpa ada rasa berdosa
2.    Memilki spontanitas dan emosionalitas yang tepat
Mampu mengekspresikan rasa kebencian dan kekesalan hatinya tanpa kehilangan kontrol terhadap diri
3.    Mampu mempunyai kontak dengan realitas secara efisien
Yaitu  kontak dengan dunia fisik tanpa ada fantasi  dan angan-angan yg berlebihan
4.    Kontak yg riil dan efisien dalam diri pribadinya
Memiliki kemampuan untuk mengadakan adaptasi merubah dan mengasimilir diri jika dilingkungan sosial
5.    Memiliki dorongan-dorongan dan nafsu-nafsu jasmaniah yg sehat
6.    Mempunyai pengetahuan diri yg cukup
Bisa membatasi ambisi-ambisinya dalam  batas-batas kenormalan
Seharusnya kita (seluruh umat manusia) memiliki suatu pemikiran yang sehat sehingga jasmanipun ikut sehat. Ketika pikiran kita guncang maka jasmanipun ikut rapuh. Dalam buku Quantum ikhlas disebutkan bahwa the power of positive feeling, pikiran-pikiran kita mempengaruhi tindakan kita. Seorang penderita bulimia selalu berpikiran negatif terhadap tubuhnya maka respon yang dia berikan adalah selalu memuntahkan makanan yang setiap masuk kemulutnya.








DAFTAR PUSTAKA

Al-zaujiyah Ibnu Qayyim. 2010. Praktek kedokteran nabi.                               http://id.shvoong.com/medicine-and-health/medicine-history/2032368-praktek-      kedokteran-nabi/. 28 Maret 2011.
Chaplin J.P. 2008. Kamus psikologi. Jakarta : PTGrafindo Persada
Kartini kartono.1972.psychologi abnormal.penerbit alumni : bandung
Mark, D.& David H.B. 2007. Psikologi abnormal.Edisi Keempat. Celeban Timur :        Pustaka pelajar
Maslim. R. 2001. Diagnosis Gangguan jiwa. PT nuh jaya : Jakarta
Page.D James.1986.Abnormal psycholgy. New york: Mc Graw-Hill inc.
Sentanu. E. 2002. Quantum ikhlas. Jakarta : PT Alex Media komputindo










Tidak ada komentar:

Posting Komentar